Tuesday, July 14, 2020

Kasih Uang Saku Anak Agar Hemat dan Sehat???

Vf-Ceritanya bocah-bocah dipikir-pikir kok jadi makin sering jajan padahal di rumah stok jajan masih ada. Beberapa kali sudah diingatkan tetap ada aja alasannya. Salah satunya biasanya karena bosan sama cemilan yang ada. Yahhhhh padahal mereka sendiri yang pilih varian jajannya. Wah nggak bisa gini nih ... kalau dibiarkan lama-lama nggak bagus untuk kesehatan kantong emak dan bapake juga nih ... Padahal lagi masa pandemi begini kan justru sebisa mungkin sebaiknya kita berhemat. Lagian kalau dipikir-pikir terlalu jajan di luar nggak bagus juga kan ... Singkat cerita akhirnya saya diskusi dengan suami dan bikin kesepakatan dengan anak-anak tentang uang saku harian. Tujuannya selain biar mereka belajar mengelola keuangan, mereka juga mulai mau bertanggung jawab akan apa yang mereka punya.


Sebelum memutuskan mau kasih berapa, saya sempatkan survey sebentar ke beberapa teman. Singkat cerita kami putuskan untuk memberi jatah uang saku sepuluh ribu rupiah per hari untuk mereka. Pertimbangannya karena harga teh botol saja sekarang sudah sekitar tiga ribuan lebih kalau nggak salah. Cuma karena masih di rumah saja judulnya, jadi sementara sepuluh ribu tadi langsung dikasihkan per hari. Ke depannya kalau kegiatan sekolah mereka sudah normal kembali mungkin akan kami split jadi dua. Semisal lima ribu untuk uang saku sekolah, lima ribu lagi untuk uang saku ngaji atau di luar sekolah misalnya.

Oh iya sebenarnya mungkin tetap akan ada pro kontra ya untuk keputusan kami tentang uang saku anak ini, tapi kembali lagi semua tergantung kebijaksanaan masing-masing dan silahkan disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Kembali ke tujuan awal, sebenarnya bahkan kami kasih uang saku agar mereka mau belajar mempertanggung jawabkan pengeluaran keuangan mereka, ya minimal setidaknya karena mereka sudah mulai belajar megang uang sendiri jadi mereka akan belajar membeli sesuatu jika benar-benar butuh bukan karena hanya lapar mata.

Jadi dengan alasan tersebut, kami membuat kesepakatan. Jika mereka ingin jajan silahkan gunakan uang saku mereka, tapi jika mereka mau hemat nggak jajanan, uang sakunya kan bisa ditabung. Otomatis kalau kekumpul kan bisa dibuat beli mainan atau lainnya yang mungkin lebih bermanfaat. Saya iming-imingnya sih pakai kalimat biar bisa buat beli mainan yang “lebih keren” ... biar makin semangat gitu hehe ... tapi sudah sepakat juga kalau keren ini dalam artian nanti kalau mau beli tetap harus diskusi dan seijin kami untuk fungsi mainannya ke depan bagaimana ... hehe ...

Saya juga memberi solusi tambahan, kalau mereka nggak mau jajan, Insya Allah saya bersedia membuatkan camilan di rumah ... Ya misal donat kek atau apalah ... Yang jelas setelah diperhitungkan dan dipertimbangkan bagaimanapun bikin jajanan sendiri di rumah ini ternyata memang lebih murah dan Insya Allah bisa jadi opsi pilihan agar nggak was-was tentang jajanan sehat yang aman mengingat di masa seperti ini bahkan kita tidak pernah tahu mana orang yang benar-benar sehat mana orang yang hanya kelihatan sehat alias orang tanpa gejala padahal mungkin sedang membawa virus tak kasat mata ...

Donat kalau dihitung-hitung bahannya sebenarnya murah meriah. Kan cuman modal tepung 1 kg, ragi 1 sachet, gula paling setengah kilo, sama mentega satu bungkus gitu bisa dipakai buat camilan 3 sampai 4 kali dalam seminggu.
Rahasia saja ya, aslinya saya lho nggak bisa bikin donat ...
Jadi dibikin mode kepang gini saja biar seru ... hihi ...
Oke mereka pun setuju ... Deal ya deal ... 
Awalnya saya sempat mengira cukup apa nggak, bisa apa nggak kira-kira mereka bertahan dengan jumlah uang saku yang ada untuk jajan mereka, sedangkan biasanya mereka sendiri suka minta jajan ke indo april mei juni juli itu ada kali seminggu tiga kali, dan tiap keluar dari supermarket tersebut setidaknya uang belanja saya harus mberobos seratus ribu bahkan kadang bisa lebih ... lumayan kan bikin manyun isi dompet ... 😌

Beberapa kali sempat saya akali misal saya tahan jajannya pokoknya maksimal 2 item. Ya bisa sih tapi besoknya tetap minta ke indo april mei juni juli lagi karena jajannya sudah habis duluan ... wah - wah bisa kacau dunia perbelanjaan kalau begini ceritanya ...

Belum lagi biasanya meski sudah saya bikinkan es teh gitu di kulkas tetap saja es teh botol di indo april mei juni juli menggoda hati mereka ... Masak di kulkas sudah ada es teh tetap saja mereka minta yang seger-seger beli di indo april mei juni juli ... 😖

Singkat cerita ternyata setelah kami berlakukan uang saku selama dua minggu ini, pengeluaran kami ternyata agak lumayan aman ... Saking amannya sampai mbak indo april mei juni juli kangen sama saya karena hampir nggak pernah main-main ke sana. Haha ...

Ya gimana, tiap saya tawarkan mereka untuk beli jajan, mereka menolak. Alasan sayang uangnya. Toh di rumah sudah ada donat bikinan emaknya. Kalau minuman toh di kulkas sudah ada es teh juga katanya ...

Bahkan ketika menjelang waktu berbuka puasa (sunnah) saya tawarkan, “Nggak kepengen beli jajan ta buat buka puasa?” Ternyata mereka menolak. Lagi-lagi alasannya, “Nggak ah ngapain, kan nanti bisa minta bikinkan mama camilan kayak biasanya kan ...” wkwkwkwk ... kalau kayak gini emaknya jadi kena modus juga kan ... haha ...

Nah lho nah lho ... Padahal biasanya kalau saya bikin kue atau minuman dingin masih perlu acara ngerayu mereka buat nggak usah jajan di luar. Lah sekarang malah kebalikannya mereka nggak mau jajan di luar malah minta saya buatkan camilan dan minuman dingin di rumah saja. Wkwkwk ...

Ya kalau dipikir-pikir semua ada plus minusnya sih ...

Plusnya :
Anak-anak jadi jarang minta jajan keluar otomatis jadi hemat dan bisa berusaha mengkondisikan agar asupan anak-anak lebih terjamin higienitasnya. Selain itu emaknya bisa berusaha memantau kadar gula dalam minuman manis yang mereka asup sehari-harinya.

Minusnya :
Emaknya jadi susah move on dari dapur ... ya gimana baru juga selesai masak buat makan pagi misalnya, sudah siap-siap mau cuss dari dapur, eh anak-anak sudah antri di belakang minta bikinkan cemilan. Wkwkwkwkwk ...

Oh iya plus lainnya, karena camilan bikin sendiri biasanya anak-anak jadi suka bantu. Misalnya pas bikin donat mereka suka antusias ikut nimbang plus ngulenin adonan katanya kayak main playdough. Hihi kalau begini judulnya kan satu kali mendayung dua pulau terlampaui. Sambil menyelam minum air. Sambil usaha hemat bikin camilan di dapur anggap saja sambil mainan sama anak-anak.

Ini hasil karya mereka yang tadinya minta bikinin Pizza
Dengan topping ide dari mereka sendiri 😍
Sisanya nanti kalau tangan pegel-pegel gara-gara mikir adonan nggak kalis-kalis biar dipikir sambil tidur ... la wong kapan hari gara-gara ngulenin adonan nggak kalis-kalis tau-tau malah bisa bikin saya tidur nyenyak di sore hari dan bangun tepat waktu saat subuh kok. Haha ...

1 comment:

  1. anakku nggak pernah mau sangu
    eh sangu makan sih tapi tetep kurang, soale anak laki seh
    jadi satu kali bekel cuman buat makan siang, padahal pulange sampe sore hehehe

    ReplyDelete